Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Mengungkap Hikmah Dibalik Kisah Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS

Ilmu mempunyai kedudukan yang tinggi di dalam kehidupan. Apapun kegiatannya bila didasari dengan ilmu, tentu berguna bagi manusia. Terlebih dalam melakukan suatu amal ibadah, maka kita wajib belajar dari ilmu para nabi.

Pada suatu hari Nabi Musa AS ingin berjumpa dengan Nabi Khidir AS. Keinginan itu muncul setelah nabi musa mendapat teguran dari Allah SWT. 

Mengungkap Hikmah Dibalik Kisah Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS


Kala itu Nabi Musa lagi bebicara di hadapan kaumnya. Riba-tiba ada salah seorang dari kaumnya bertanya: "Siapakah orang yang sangat banyak ilmunya (paling alim)? Nabi Musa lantas menjawab: "Aku belum tahu orang yang banyak ilmunya selain aku"

Akhirnya Allah mempertemukan Nabi Musa kepada orang yang memiliki ilmu yang tidak dimiliki oleh Nabi Musa. Itulah dia Nabi Khidir AS. Nabi Musa pun kemudian ingin belajar kepada Nabi Khidir.

Nabi Khidir lantas membuat syarat bila ingin belajar kepadanya.


Syaratnya cuma satu, sepanjang berguru dengan Nabi Khidir, maka Nabi Musa wajib bersabar di kala memandang keanehan- keanehan yang terjadi. Karena persyaratan itu sepertinya tidak begitu berat, akhirnya Nabi Musa setuju.

Ilmu yang diberikan Nabi Khidir kepada Nabi Musa ialah contoh dari Ilmu Marifat. Ketika naik sebuah kapal, tiba-tiba Nabi Musa melihat Nabi Khidir melubangi kapal tersebut, padahal mereka telah diberi tumpangan secara gratis.

Akibat perbuatan Nabi Khidir tersebut, membuat kapal nelayan itu bocor (tidak dapat ditumpangi lagi).

Nabi Musa lantas bertanya: "Nelayan ini sudah membawa kita dengan tanpa imbalan, namun mengapa engkau melubangi kapalnya?"

Nabi Khidir menjawab sebagaimana tertera di dalam Alquran Surah Al- Kahfi Ayat 72- 73 sebagai berikut: "Bukankah aku telah berkata, sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersamaku. Musa berkata janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku."

Nabi Khidir kemudian memaafkan Nabi Musa. Setelah itu keduanya terus berjalan. Ditengah perjalanan mereka berjumpa dengan seseorang anak yang lagi bermain dengan teman- temanya.

Tiba-tiba Nabi Khidir mendatangi anak itu dan membunuhnya.

Memandang peristiwa aneh ini, Nabi Musa bertanya lagi: "Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang mungkar." (QS. Al - Kahfi : 74)

Nabi Khidir pun menanggapi, seperti yang tertera pada ayat berikut: "Bukankah sudah aku katakan kepadamu bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku." (QS Al-Kahfi : 75)

Mereka kemudian kembali melanjutkan perjalanannya. Hingga sampailah mereka pada suatu desa. Saat itu mereka sudah merasa lapar dan meminta agar penduduk desa tersebut mau menjamu mereka sebagai musafir dengan memberikan makan secukupnya. Namun sayang penduduk desa itu termasuk orang-orang yang bakhil dan tidak mau menjamu mereka sama sekali.

Setelah itu, mereka menemukan sebuah rumah tua yang nyaris roboh di daerah tersebut. Nabi Khidir kemudian menegakkan dinding rumah itu. Nabi Musa bertanya lagi: “Kenapa engkau mengurusi rumah yang nyaris roboh itu? Bukankah orang- orang disini tidak perduli dengan urusanmu?.”

Nabi Khidir Menjelaskan Rahasia Dibalik Perbuatannya.


Nabi Khidir menjawab: “Inilah saat perpisahan antara saya dengan engkau. Engkau sudah bertanya sebanyak 3 kali.

Kini akan saya terangkan apa tujuanku melaksanakan 3 perihal aneh tadi,“ kata Nabi Khidir.

Nabi Khidir menarangkan: “Kapal tadi merupakan kepunyaan orang miskin. Nanti, akan datang seseorang raja zalim yang hendak merampas kapal yang bagus. Maka saya sengaja melubangi kapal tersebut, agar raja zalim itu menjadi tidak tertarik untuk merampasnya.

Dan tentang seorang anak yang dibunuhnya, maka Nabi Khidir menjelaskan sebagai berikut: “Anak itu merupakan putra seorang yang saleh. Saya takut anak itu kelak mendesak kedua orang tuanya pada kesesatan serta kekafiran. Dengan membunuh anak tersebut, maka saya berharap agar Allah menggantinya dengan putra yang lain. Yaitu seorang anak yang lebih baik kesuciannya, serta lebih dalam rasa kasih sayang kepada ayah dan ibunya.”

Dan tentang memperbaiki dinding rumah yang hampir roboh, maka Nabi Khidir kemudian menarangkan: “Bilik rumah tadi merupakan kepunyaan 2 orang anak yatim. Di bawah tembok rumah itu ada harta peninggalan kedua orang tuanya dan sebagai rahmat bagi mereka berdua. Saya sengaja memperbaiki dinding rumah itu agar harta warisan mereka aman, dan mereka bisa mengambilnya setelah dewasa kelak.

Saya melakukan semua kejadian aneh diatas bukanlah atas kemauanku sendiri, melainkan bersumber pada wahyu dari Allah. Itulah semua penjelasan dibalik perbuatan- perbuatanku yang menakjubkan dan sulit untuk kalian pahami, sehingga tidak bisa sabar terhadapnya.”

Semoga kisah ini dapat kita ambil hikmahnya.

Post a Comment for "Mengungkap Hikmah Dibalik Kisah Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS"