Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Contoh Bisnis Syariah Yang Paling Menguntungkan Dan Cocok Untuk Anda

Pernahkah Anda bertanya, "Kayak gimana sih contoh bisnis syariah itu?"

Sebenarnya, semua jenis perdagangan dan transaksi jual beli yang sesuai dengan aturan syariat Islam maka itulah dia bisnis syariah. Dalam aturan hukum bisnis yang syariah, pelakunya tidak hanya memikirkan keuntungan saja, tetapi bisnis dan transaksi jual beli yang dilakukannya itu juga harus dapat memenuhi ridho Allah Ta'ala.

Ciri dan Karakteristik Bisnis Syariah.


Bisnis syariah ini bukan sebuah konsep baru di dalam dunia islam, aturannya sudah ada sejak masa awal islam, yaitu sejak era Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam masih hidup.

Kini mulai banyak pelaku usaha yang berupaya mengamalkan transaksi jual beli yang sesuai dengan syariat dan hukum-hukum islam. Tujuannya adalah agar keuntungan yang diperoleh mendapatkan keberkahan, baik di dunia maupun akhirat.

Sebelum membahas tentang contoh bisnis syariah yang bisa Anda terapkan, maka perlu untuk diketahui terlebih dulu apa saja karakteristik dan ciri-cirinya, sehingga suatu bisnis sudah dapat memenuhi unsur sebagai bisnis syariah.

Secara umum ada empat karakteristik dan menjadi ciri dari bisnis syariah, yaitu:

Contoh Bisnis Syariah Yang Paling Menguntungan Dan Cocok Untuk Anda 1. Berpegang Teguh Kepada Nilai Rabbaniyah.


Rabbaniyah itu adalah sebuah perilaku yang selalu menonjolkan sikap taat dan patuh kepada semua aturan Allah Ta'ala. Sikap ini mempengaruhi setiap aspek kehidupannya, termasuk dalam urusan bisnis. Jadi para pelaku bisnis syariah ini senantiasa mengutamakan ketaatan kepada Allah dalam menjalankan bisnisnya.

2. Memiliki Pemahaman Baik Tentang Hal Yang Halal dan Haram.


Untuk dapat menjalankan bisnis yang sesuai dengan syariah, maka Anda perlu ilmu untuk memahami hal-hal apa saja yang membuat suatu bisnis berkategori halal atau haram. Oleh karena itulah sangat pentingnya untuk mempelajari ilmu agama, khusus ilmu tentang bisnis syariah ini. Sehingga Anda dapat terhindar dari praktek bisnis yang haram dan tidak sesuai tuntunan syariat Islam.

3. Menerapkan Aturan Bisnis Secara Syar'i.


Dalam berbisnis syariah, maka antara teori dan praktek harus bisa selaras dan sejalan dengan syariat.

Sehingga ketika menerapkannya, bisnis bukan lagi hanya sekedar masalah untung dan rugi saja.

4. Niat Dan Tujuan Berbisnisnya Lebih Berorientasi Agar Dapat Memperoleh Pahala di Akhirat.


Pada saat menjalankan bisnis secara syariah, maka orientasi utamanya adalah agar dapat memperoleh pahala di akhirat (karena patuh dengan aturan Allah). Anda boleh saja berusaha untuk bisa mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, asal caranya tidak melanggar aturan agama. Dan yang paling utama adalah bagaimana caranya agar bisnis itu juga bisa menjadi sarana Anda dalam beramal dan beribadah. Karena bisnis itu bisa bermanfaat untuk sesama, seperti membuka lapangan pekerjaan.

Artikel Menarik Lainnya : Cara Sederhana Berbuat Baik Dengan Berbelanja ke Warung Tetangga

Beberapa Peluang Bisnis Yang Sesuai Syariah.


Agama Islam telah sangat mengatur penganutnya tentang cara bermuamalah (interaksi sosial), termasuk tata cara dan aturan dalam menjalankan bisnis.

Islam mengatur sangat ketat cara-cara berbisnis yang sesuai syariat. Namun agama islam tidaklah membatasi seorang muslim untuk memilih jenis bisnis yang akan digelutinya. Asalkan bisnisnya itu masih sesuai tata cara dan aturan Islam, maka seorang muslim akan dibebaskan untuk memilih/menjalankan jenis bisnis syariah yang ia sukai. Mari simak beberapa inspirasi peluang bisnis syariah berikut ini. Yang tentu bisa Anda jalankan dan sesuaikan dengan kemampuan serta minat Anda!

1. Bisnis Salon Dengan Konsep Pelayanan Yang Sesuai Syar'i.


Bagi seorang wanita muslimah, maka rambut adalah salah satu auratnya dan tidak boleh terlihat oleh orang yang bukan termasuk mahram-nya.

Nah, jika Anda mempunyai keahlian di bidang seni tata rias dan kecantikan, maka skill itu bisa Anda manfaatkan untuk membuka usaha salon syariah khusus untuk wanita muslimah. Konsep pelayanannya harus sesuai dengan syariat Islam. Misalnya harus dikerjakan diruangan yang tertutup rapat, dan tidak dapat terlihat oleh kaum laki-laki.

2. Bisnis Hijab Syar’i dan Pakaian Muslimah.


Minat wanita muslim Indonesia terhadap hijab dan pakaian muslimah pada saat ini semakin tinggi. Pakaian muslimah kini menjadi trend karena maraknya fenomena hijrah akhir-akhir ini di Indonesia.

Berbanding lurus dengan fenomena tersebut, maka semakin banyak pula orang yang memanfaatkan peluang ini dengan menjual hijab dan pakaian muslimah. Hal ini mereka lakukan untuk memenuhi permintaan pasar yang sedang tinggi akan kebutuhan para muslimah di Indonesia tersebut. Namun ada sedikit yang disayangkan, karena tidak semua jenis dan mode hijab yang beredar di pusat grosir pakaian telah sesuai dengan aturan syariat. Untuk mengatasi hal itu, maka Anda bisa mengisi peluang ini, yaitu dengan cara memproduksi sendiri. Namun jika Anda belum punya modal untuk memproduksi sendiri, maka Anda bisa mencari produsen hijab yang telah sesuai dengan aturan syariat.

3. Ojek Berkonsep Syariah.


Ide dan peluang bisnis syariah yang ini masih khusus untuk kaum hawa. Seiring dengan perkembangan dan kebutuhan akan transportasi yang cepat, maka ojek berkonsep syariah ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan wanita muslimah.

4. Kosmetik Berbahan Dasar Halal.


Bagi seorang wanita, maka kosmetik adalah salah satu barang yang pasti dibutuhkannya. Namun sayang, tidak semua kosmetik yang beredar saat ini menggunakan bahan dasar yang halal.

Oleh karena itu, Anda dapat memanfaatkan kondisi ini sebagai peluang usaha untuk memproduksi dan menjual produk kosmetik yang berbahan dasar halal.

5. Pengobatan ala Nabi.


Peluang bisnis syariah lainnya bisa dilakukan dengan menerapkan pengobatan herbal ala nabi. Misalnya dengan cara menjual madu, kurma, habbatusauda, atau suplemen makanan lain yang mengandung bahan-bahan herbal yang disunahkan oleh nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam.

Selain itu, jika Anda bisa melakukan pengobatan dengan metode bekam untuk mengeluarkan darah-darah yang kotor. Pengobatan cara nabi seperti bekam ini termasuk salah satu pengobatan islami yang populer di Indonesia.

6. Bisnis Travel Haji dan Umroh.


Berangkat haji dan umroh adalah salah satu ibadah yang menjadi impian setiap umat Islam. Maka Anda bisa memanfaatkan hal ini sebagai peluang bisnis syariah Anda. Namun ada hal yang perlu di ingat, yaitu bisnis travel Anda harus sesuai dengan hukum syariah (tidak menggunakan dana talangan/riba).

Karena jika Anda memakai dana talangan, maka Anda jadi menggabungkan dua akad, yaitu akad utang dan akad jual beli. Biasanya hal ini mengandung adanya kompensasi harga (pihak pemberi talangan mengambil keuntungan tambahan). Sehingga membuat akad ini jadi mengandung ada unsur riba di dalamnya.

Artikel Menarik Lainnya : Dzikir Pagi Dan Doa Pembuka Rezeki Sepanjang Hari (Mujarab atas izin Allah) 

7. Pegadaian Syariah Yang Tanpa Bunga.


Pegadaian sebenarnya tidak dilarang dalam agama Islam. Namun dengan syarat dalam pegadaian itu tidak mengandung unsur riba. Pegadaian yang diperbolehkan adalah yang menerapkan sistem syariah. Namun sebagian besar pegadaian syariah yang ada di Indonesia belum dapat sepenuhnya menghilangkan unsur riba secara 100% (meskipun mereka menyatakan tidak memakai bunga).

Bunga tersebut biasanya diganti dengan biaya simpan dengan akad ijarah jasa. Jadi pada umumnya sistem pegadaian syariah di Indonesia menggunakan dua jenis akad, yaitu akad gadai dan akad ijarah.

8. Bisnis Properti Dengan Sistem Syariah.


Sudah lazim di masyarakat Indonesia, yaitu jika seseorang ingin mendirikan bisnis properti, maka dia akan mengajukan pinjaman modal kepada bank. Tentu saja pinjaman mengandung bunga.

Selain itu, pada umumnya bisnis properti itu menggunakan dua jenis akad, yaitu akad sewa dan akad jual beli. Sehingga jika si penyicil tidak mampu meneruskan cicilannya, maka berisiko terkena denda bahkan sita. Sistem ini tentu saja tidak adil dan merugikan salah satu pihak. Berbeda dengan bisnis properti yang memakai sistem syariah, keterlibatan pihak bank sangat ditekan seminimal mungkin, bahkan tidak ada. Sehingga tidak ada unsur bunga bank (riba) dalam pembayarannya. Selain itu, sistem akad pada bisnis properti dengan menggunakan satu akad saja, yaitu akad jual beli. Oleh karena itu, jika suatu waktu pihak konsumen mengalami keterlambatan membayar cicilan, dia tidak akan di bebani oleh denda dan properti yang dimilikinya tidak akan disita. Biasanya, dalam sistem bisnis properti syariah, apabila pihak konsumen sudah tidak mampu untuk meneruskan pembayaran cicilan properti yang dibelinya, maka pihak developer dan konsumen akan berusaha mencari jalan keluarnya bersama-sama. Salah satu caranya adalah dengan menyuruh pihak konsumen menjual properti itu kepada orang lain, atau bisa juga dengan cara melimpahkan pembayaran cicilan properti itu kepada orang lain.

Jadi sistem properti syariah ini jauh lebih adil dan tidak ada unsur kezaliman di dalamnya.


Sangat berbeda dengan sistem pada bisnis properti konvensional. Jika pada saat pembayaran kredit terhambat dan pembeli tidak mampu menyicil angsuran lagi, maka biasanya properti itu akan disita dan uang yang telah terbayar oleh pihak pembeli sebelumnya tidak dikembalikan lagi. Sedangkan pada sistem bisnis properti syariah, jika pembayaran cicilan properti di alihkan kepada orang lain, maka kelebihan uang pembayaran akan tetap dikembalikan lagi kepada pihak konsumen.

Artikel Menarik Lainnya : Ternyata Empat Amalan Murah Rezeki Ini Bisa Bikin Usaha Jadi Lancar dan Sukses (Atas izin Allah)

Etika-etika Dalam Bisnis Syariah.


Selain contoh-contoh tersebut diatas, masih banyak lagi contoh bisnis syariah lainnya yang bisa Anda pilih. Namun apapun jenis pilihan dan bentuk bisnis syariah yang Anda pilih, yang paling terpenting adalah: agar Anda selalu memperhatikan etika-etika dalam berbisnis syariah dan sesuai dengan nilai islami.

Etika bisnis syariah itu ada 4, yaitu:


#1. Unity atau kesatuan. Artinya sistem berbisnis yang memadukan antara konsep tauhid dengan aspek kehidupan seorang muslim secara menyeluruh (dalam berbagai bidang).
#2. Equilibrium atau keseimbangan. Dalam berbisnis syariah, etika keseimbangan ini terkait dengan sikap seorang muslim agar selalu bersikap adil.
#3. Bebas untuk mengembangkan potensi dan kreativitasnya, dengan catatan tidak merugikan orang lain.
#4. Menjunjung tinggi nilai kebenaran, kebaikan, dan kejujuran, sehingga dapat terhindar dari sikap tidak adil yang merugikan salah satu pihak di setiap melakukan transaksi bisnis.

Itulah diatas beberapa contoh bisnis syariah yang bisa Anda tempuh. Sampai jumpa lagi di artikel bisnis islami selanjutnya. Sukses selalu untuk Anda. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Penulis by : Bang izal.

Post a Comment for "Contoh Bisnis Syariah Yang Paling Menguntungkan Dan Cocok Untuk Anda "