Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Kenapa Orang Yang Baik Seringkali Tertipu dan Disakiti?

KENAPA ORANG YANG BAIK SERINGKALI TERTIPU DAN DISAKITI?

Pak Rahmat adalah seorang laki-laki tua dan pedagang buah di daerah kampung Makassar. Dia telah selama 25 tahun menjalani usahanya itu. Warung buahnya sangat sederhana, terbuat dari bangunan kayu, dinding dari bahan triplek, dan atap dari daun rumbia.

Ada sifat yang unik dari Pak Rahmat ini. Jika ada dagangan buah-buahannya yang tersisa cukup banyak (dan mulai ranum), maka dia sering memberikan buah itu kepada orang lain. Buah yang telah matang sempurna itu paling sering diberikannya kepada pengemis yang mampir atau kebetulan sedang lewat di depan warungnya. 

Dia terkenal sebagai orang pemurah, sabar, baik hati dan taat beribadah. 

Hampir semua warga di kampung Makassar itu mengenal sosok Pak Rahmat. Penduduk disana merasa takjub dengan ketinggian akhlak dan keikhlasan hati Pak Rahmat. Ditengah kondisi ekonominya yang pas-pasan, dan beban tanggung jawab yang besar untuk menghidupi istri dan membiayai kuliah 2 orang anaknya, Pak Rahmat masih sempat-sempatnya bersedekah dan menolong orang lain.

Artikel Menarik Lainnya : CARA SEDERHANA BERBUAT BAIK DENGAN BERBELANJA KE WARUNG TETANGGA

Tapi di sisi lain, entah apa yang ada di pikiran segelintir manusia di kampung itu. Karena mereka tahu akan kedermawanan Pak Rahmat, hal itu justru malah dimanfaatkan untuk menipunya. Pernah terjadi, ada beberapa orang yang memohon bantuan Pak Rahmat agar dipinjami sejumlah uang, karena terdesak anaknya yang sedang sakit keras. Tapi setelah dipinjami uang oleh Pak Rahmat, orang itu seolah seperti tidak kenal lagi dengan dia. Ada pula sebagian lain yang setelah di pinjami uang, eh malah menghilang entah kemana. 

Ajaibnya apa tanggapan Pak Rahmat? "Biarlah,,,, semoga Allah memberikan ganti dan balasan kepada saya yang jauh lebih baik".

Pak Rahmat memang sangat terkenal di kampung Makassar itu, padahal sesungguhnya dia bukanlah penduduk asli disana. Dia merupakan orang asli dari kampung seberang, yakni daerah sungai sariak Padang Pariaman. Cukup panjang kisah kenapa sampai akhirnya dia bisa terdampar di kampung Makassar itu.

Tapi akan saya coba ceritakan kisahnya secara singkat :

Sesungguhnya dahulu Pak Rahmat termasuk dari kalangan orang berada di kampung halamannya. Orang tuanya memiliki warisan tanah, sawah dan ladang yang luas. Namun, untung tak dapat di raih malang tidak bisa ditolak, Pak Rahmat ditakdirkan terlahir sebagai anak laki-laki satu-satunya. Dia tidak memiliki saudara perempuan.

Menurut adat dan budaya orang minang, jika orang tua meninggal, maka harta waris di urus oleh mamak (paman dari pihak ibu). Namun malang bagi Pak Rahmat, karena pamannya itu bukanlah orang yang adil dan bersifat kolot (kaku). Pamannya itu lebih banyak memakai harta peninggalan orang tuanya untuk menafkahi anak-anaknya sendiri (sepupu Pak Rahmat). Di situlah asal muasal penyebab kenapa Pak Rahmat akhirnya pergi menjauh dari kampung halamannya. Dia lebih memilih mengalah dan pergi merantau jauh ke negeri orang.

Demikianlah nasib orang-orang baik.

Penyebabnya adalah : 

Karena orang yang baik selalu menata hati dalam melakukan apa pun, banyak mengalah, dan selalu khawatir berbuat salah pada orang lain.

Dia selalu menganggap semua orang itu baik, dan nyaris tidak pernah berprasangka kepada orang lain (tentang niat baik atau buruk seseorang). Bahkan dia selalu memikirkan perasaan dan posisi orang lain.

Jadi, seseorang yang makin baik hatinya, semakin rentan tersakiti, rentan tertipu dan rentan di khianati.

Semua itu bisa terjadi bukanlah karena kesalahan orang baik, juga bukan disebabkan karena orang baik itu bodoh. Tapi karena orang baik itu lebih memilih untuk mengalah, dan berharap semoga Tuhan saja yang membalas semua kebaikannya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang suka berbuat baik.

Firman Allah :

وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allâh menyukai orang-orang yang berbuat baik. [Al-Baqarah/2: 195].

Tapi ingat..!! Jangan sekali-sekali anda menyakiti orang baik! 

Saat Anda menyakiti orang baik, dia tidak akan membalas untuk menyakiti Anda. Dia hanya menjauhi Anda, dan tidak akan lagi berhubungan dengan Anda...!!

Oleh karena itu, jagalah persahabatan anda, jangan pernah menjadi pengkhianat.

Baik itu persahabatan antar teman, cinta antar sesama insan atau kasih sayang antar sanak saudara, guru dan siswa, janganlah pernah menyakiti, menindas apalagi sampai menzalimi orang baik. Bisa-bisa jadi kualat kita nanti, ingatlah : Tuhan Maha Melihat dan Maha Mengetahui setiap hamba-hambanya.

Artikel Menarik Lainnya : KISAH SANG SULTAN DENGAN 4 ISTRINYA

Semoga dapat bermanfaat.

Apabila anda menyukai isi artikel ini, maka tolonglah bantu dengan men-sharenya. Mudah-mudahan isinya dapat dibaca dan bermanfaat pula bagi saudara dan teman-teman kita yang lainnya.


Penulis by : Bang izal.

Post a Comment for "Kenapa Orang Yang Baik Seringkali Tertipu dan Disakiti?"